Selasa, 26 Desember 2017

Dengan Rimpu Menjemput Rezeki Di bawah Fajar 062


Ilustrasi wanita rimpu sedang membawa air (su'u oi) 

        Banyak orang yang mengatakan ketika kita bangun kesiangan rezeki kita dipatok ayam, padahal jika dipikir-pikir mana mungkin ayam bisa mengambil rezeki manusia karena ayam dan manusia memiliki rezekinya masing-masing. Kemungkinan lain adalah manusia yang telat bangun rezekinya akan berkurang meski tidak diambil oleh orang lain.
Rasulullah SAW juga pernah bersabda : “Bangunlah di pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barokah dan keberuntungan.”
(HR. Ath-thabrani dan Al Bazzar)

Hal ini jugalah yang ditekuni oleh masyarakat suku Mbojo (bima) dipagi hari untuk menjemput rezeki di bawah fajar baik yang laki-laki maupun perempuan. Masyarakat suku Mbojo (Bima), bagi yang perempuan memiliki cara tersendiri dalam berpakaian  jika hendak mencari rezeki  diluar rumah untuk menutup auratnya mereka menggunakan Rimpu.

        Rimpu adalah memakai sarung dengan melingkarkannya pada kepala dimana yang terlihat hanya wajah pemakainya dengan menggunakan sarung khas Bima. Kebudayaan rimpu merupakan salah satu hasil kebudayaan masyarakat suku Mbojo (Bima). Umumnya, kaum perempuan memakai rimpu untuk menutup auratnya sebagaimana ajaran Islam mengajarkan bahwa setiap kaum perempuan yang sudah aqil balik harus menutup auratnya di hadapan orang yang bukan muhrimnya. Rimpu merupakan sebuah budaya dalam busana pada masyarakat Bima. Budaya "rimpu" telah hidup dan berkembang sejak masyarakat Bima ada. Kemudian cara berbusana yang mengandung nilai-nilai khas yang sejalan dengan kondisi daerah yang bernuansa Islam. Rimpu merupakan rangkaian pakaian yang menggunakan dua lembar (dua ndo`o) sarung. Dalam budaya ini pakaian yang diperuntukkan bagi kaum perempuan, sedangkan kaum lelakinya tidak memakai rimpu tetapi”katente” (menggulungkan sarung di pinggang). Tujuan dari penggunaan Rimpu ini untuk menutup seluruh bagian tubuh. Satu lembar untuk menutup kepala, satu lembar lagi sebagai pengganti rok.

        Ada dua jenis busana rimpu yang di gunakan oleh perempuan Mbojo, Bagi perempuan yang belum menikah memakai busana rimpu dimana yang keliatan hanya bagian mata dan telapak tangannya saja, itu dinamakan Rimpu Mpida. Sedangkan bagi perempuan yang sudah menikah atau berkeluarga memakai busana rimpu dimana yang boleh keliatan yaitu bagian wajah ini dinamakan Rimpu Colo. Adanya perbedaan penggunaan Rimpu antara yang masih gadis dengan yang telah bersuami, sebenarnya secara tidak langsung menjelaskan pada masyarakat terutama kaum pria tentang status wanita, apakah wanita tersebut sudah berkeluarga atau masih gadis, itulah yang unik dari budaya rimpu suku mbojo tersebut.

        Budaya Rimpu suku mbojo memiliki nilai yang sangat baik, semoga dengan berkembangnya zaman tidak akan menghilangkan budaya Rimpu sebagai identitas dari masyarakat suku mbojo dalam berbusana yang baik serta bernuansa islami, serta diharapkan budaya Rimpu tidak hanya digunakan saat adanya upacara adat atau perayaan hari budaya Bima akan tetapi Rimpu dapat digunakan sebagai sarana terbaik untuk mengajarkan generasi muda betapa pentingnya menutup aurat. 


Mengupas Cerita Lama Penuh Makna

OLEH  RIZKA HURRAHMI Assalamualaikum Wr. Wb. Guys Pada   postingan kali ini saya melanjutkan cerita saya pada postingan sebelumnya m...